Minggu, 28 Februari 2010
Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW
Rabu, 03 Februari 2010
Peluang Ekspor Minyak Nilam
MINYAK NILAM (PATCHOULI OIL)
PENDAHULUAN
Indonesia adalah salah satu penghasil minyak atsiri (essential oil) terbesar di dunia. Minyak atsiri yang berada di pasaran dunia berkisar 70 jenis dengan 40 species tanamannya tumbuh di Indonesia, salah satunya ‘Nilam’.
Nilam (Pogostemon cablin Benth) yang termasuk dalam keluarga Labiatea merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa negara. Sebagai komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek yang baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Rabu, 27 Januari 2010
tanpa judul..
why...?
gak ada kesibukan, gak ada aktifitas, banyak waktuku terbuang percuma, naif memang. sementara pada saat yang sama di tempat lain begitu banyak orang yang hanya sekedar untuk tidur saja waktunya sudah diatur sedemikian rupa, silakan kurang tapi gak boleh lebih.
Jumat, 13 November 2009
Prospek Pertanian Organik di Indonesia
Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan "Back to Nature" telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.
Rabu, 11 November 2009
Wah, Harga Tokek sampai Miliaran?
Beberapa bulan terakhir, santer beredar kabar bisnis tokek sedang booming. Konon, harga tokek ukuran satu kilogram bisa mencapai miliaran rupiah. Lantaran untungnya memang besar, banyak orang menjajal bisnis ini. Tapi jangan keburu tergiur dulu, bisnis ini masih serba gelap.
Berhentilah mempermainkan tokek. Jika selama ini tokek cuma dijadikan bahan ledekan buat meramal cuaca, kini tokek justru menjadi buruan. Bahkan, santer beredar rumor, permintaan binatang melata ini sedang tinggi-tingginya. Meski pasarnya terbatas, bisnisnya tetap booming. Harga seekor tokek pun konon bisa sampai miliaran rupiah jika bobotnya mencapai satu kilogram per ekor.
Memang hampir tak bisa dipercaya. Tapi, simaklah penuturan Sudarmono. Sejak dua bulan lalu, ia terjun ke bisnis ini. Caranya, dengan menjadi perantara jual beli tokek. Ia yakin peminat binatang ini menghargai seekor tokek dengan harga cukup fantastis.
Tak perlu sampai satu kilo, tokek berbobot tiga sampai empat ons saja laku dijual dengan harga Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. "Hanya tokek berbobot minimal tiga ons dihargai mahal, sedangkan yang bobotnya kurang sedikit saja harganya anjlok," kata Sudarmono.
Dalam kurun waktu yang belum lama menjajal bisnis ini, Sudarmono mengaku sudah berhasil memerantarai jual beli tokek seharga Rp 30 juta. Upah sebagai mediator 25 persen dari nilai transaksi.
Sudarmono mengaku menyesal hanya menjual dengan harga sebesar itu. Pasalnya, ia masih belum terlalu banyak tahu soal pasar tokek. "Mestinya dulu saya bisa jual antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Waktu itu saya memang belum pengalaman," katanya menyesal.
Menurut Sudarmono, tokek banyak diburu karena faktor hobi atau sebagai obat asma dan penyakit kulit. "Saya dengar, tokek banyak dipesan oleh orang Jepang dan Taiwan sebagai media penelitian obat AIDS," kata bapak dua anak ini.
Mahdi, pemain lain di bisnis ini, mengakui, bisnis tokek sedang booming beberapa bulan terakhir. Sejak terjun ke bisnis ini awal tahun, ia sudah dua kali menjual tokek berberat sekitar tiga ons. la melego masing-masing Rp 5 juta per ekor. Pembelinya dari Jakarta. la mendapatkan tokek dari Karawang, Jawa Barat.
Mahdi mengaku mengambil untung besar dari bisnis ini. Saat membeli dari penjual di Karawang, ia tak mematok harga. "la minta Rp 300.000, ya saya kasih," aku pria yang berdomisili Bekasi ini terkekeh.
Tapi, bagi Anda yang akan mencoba peruntungan di bisnis ini, harap hati-hati. Mahdi, misalnya, tak yakin harga tokek sampai miliaran rupiah seperti di internet. Aslinya cuma puluhan juta rupiah. "Kalau tokek setengah kg paling mahal Rp 20 juta," katanya.
Mahdi sebetulnya tak terlalu percaya bahwa permintaan tokek sangat tinggi. la yakin hal itu cuma gorengan sejumlah pihak. la melihat bisnis tokek marak belum ada setahun ini. la yakin bisnis ini tak akan bertahan lama. "Tak akan bertahan sampai tahun depan," tandasnya.
Kata Mahdi, bisnis tokek masih serba gelap. Tak jelas pasarnya, juga tak terang standar harganya. "Meski begitu, saya tertantang terjun ke bisnis ini," katanya. Kadang, yang menantang memang berisiko. (Anastasia Lilin Yuliantina/ Kontan)
Kamis, 09 Juli 2009
Menunggu janji Presiden untuk petani

Meskipun hasil penghitungan resmi oleh KPU belum keluar. setidaknya melihat hasil hitungan cepat lembaga survey dengan metode masing-masing, seluruh lembaga survey menempatkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang dengan perolehan suara yang lebih dari cukup untuk menyelesaikan Pemilu Presiden 2009 ini hanya dalam satu putaran. Karena rata-rata margin error hitung cepat lembaga survey yang tidak lebih dari 2 %, maka hampir dapat dipastikan pasangan SBY-Boedionolah yang akan memimpin negeri ini untuk 5 tahun kedepan.
Di negeri ini, masyarakat petani menempati rangking teratas dalam hal jumlah bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, karena itu wajar jika pada masa kampanye para kandidat capres-cawapres menempatkan pertanian sebagai issue strategis untuk dijadikan komoditas kampanye dalam rangka mendongkrak perolehan suara. Hal ini juga dilakukan oleh pasangan SBY-Boediono, setidaknya janji SBY-Boediono terkait pertanian yang dirangkum dalam www.indonesiamemilih.kompas.com adalah sebagai berikut;
1. Menaikkan anggaran pertanian
2. Subsidi benih padi dan pupuk
3. Swasembada untuk kecukupan pangan
4. Pangan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan
5. Menaikkan harga hasil panen petani
6. Meningkatkan produktifitas pertanian
7. Mempertahankan dan meningkatkan swasembada pertanian
Janji-janji SBY-Boediono tersebut diatas, setidaknya memberi harapan baru untuk perbaikan nasib para petani, meskipun sebenarnya banyak diantara petani yang -bisa jadi- kurang yakin SBY-Boediono akan benar-benar mampu mewujudkan janji tersebut.
Selama ini sudah terlalu sering kita jumpai, jika ada orang yang punya karep maka dengan mudahnya mengobral janji tetapi pada saat karepnya sudah teraih, dengan begitu mudahnya pula janji itu ter/dilupakan begitu saja.
Selanjutnya, para petani hanya mampu berharap dan menunggu sembari berdo'a semoga SBY-Boediono tidak lupa akan janji-janjinya untuk pertanian dan bisa mewujudkan janji-janji tersebut.
Minggu, 14 Juni 2009
musim yang semakin tak menentu

skarang sudah bulan juni, berdasarkan pengalaman smua petani memperkirakan bahwa bulan juni mestinya sudah memasuki musim kemarau.
banyak tanaman yang sudah ditanam untuk menyambut musim kemarau tahun ini, tetapi alam berkata lain..
sampai sekarang hampir tiap hari hujan masih mengguyur dan mematikan tanaman tembakau yang telah ditanam oleh pateni tembakau di bojonegoro, bahkan di banyak tempat lain sampai sekarang masih sering terjadi banjir karena hujan yang tak kunjung berhenti..
apa ini semua karna pemanasan global yang -katanya- telah merusak siklus iklim di planet biru ini...???
wallahu a'lamu